Hetalia: Axis Powers - Poland

Pengertian Otonomi Daerah

OTONOMI DAERAH
1.  Pengertian Otonomi Daerah
Dalam keluarga pemimpin adalah seorang bapak. yang memiliki kekuasaan untuk mengatur keluarga meskiun juga mlibatkan ibu dan anak-anak dalam membuat peraturan keluarganya.
Otonomi artinya kekuasaan mengatur dirinyasesuai dengan aturan yang berlaku. Otonomi sesungguhnya ialah kemandirian atau kebebasan untuk mengatur diri sendiri. Dalam Undang-Undang tentang pemerintahan daerah menegaskan bahwa otonomi daerah adalah hak wewenang dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentinganmasyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Sedangkan yang dimaksud daerah otonom adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem negara kesatuan republik indonesia.
Adanya otonomi daerah untuk mengatur dirinya dan tidak lagi bergantung kepada pemerintahan pusat. Tetapi, daerah tetap harus memperhatikan aspirasi daerah tidak boleh melanggar atau bertentangan dengaan yang lebih tinggi, yaitu UUD1945 atau yang lain dari perda.
2.  Mengapa ada Otonomi Daerah
Dalam ketataan negara bangsa kita dibedakan menjadi dua, yaitu:
a.       Sistem Sentralisasi
Adalah sistem kekuasaan yang sepenuhnya diatur oleh pemerintah pusat.
b.       Sistem Desentralisasi
Adalah sistem pemerintahan dimana daerah memiliki kekuasaan untuk mengatur dan mengurus. Disebut hak otonomi.
Indonesia menganut sentralisasi dalam pengaturannya, akibatnya pemerintah daerah menjadi sangat bergantung pada pemerintah pusat. Dan sering kali kebijakanya tidak sesuai dengan kebutuhan daerah.
3.  Bagaimana otonomi daerah dijalankan
Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Pasal 3 Undang-undang berbunyi:
1)      Pemerintahan daerah dimaksud didalam pasal 2 ayat (3) adalah:
s  Pemerintahan Daerah Provinsi yang terdiri atas pemerintah daerah provinsi dan DPRD provinsi;
s  Pemerintahan Kabupaten/Kota yang terdiri atas Pemerintahan Kabupaten/Kota dan DPRD Kabupaten/Kota.
2)     Pemerintahan Daerah juga dimaksud pad ayat (1) terdiri atas Kepala Daerah dan Perangkat Daerah.
Syarat teknis Otonomi Daerah dinyatakan dalam pasal 5 ayat (4) yang berbunyi: faktor yang menjadi dasar pembentukan daerah mencakup faktor kemampuan ekonomi, potensi udaya, sosial politik, kependudukan, luas daerah, pertahanan, keamanan, dan faktor lain yang memungkinkan untuk Otonomi Daerah.
Dasar hukum Otonomi Daerah bagi Negara Republik , yaitu uud 1945 dan UU No.32 Tahun 2004 . pada pasal 18 UUD 1945 tertulis:
                    I.            Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas Daerah-Daerah Provinsi dan Daerah Provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap itu mempunyai pemerintah daerah yang diatur dengan undang-undang.
                  II.            Pemerintah Daerah mengaturnya dengan asas otonomi dan tugas pembantuan.
               III.            Anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihan umum
                IV.            Kepala Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota dipilih secara Demokratis.
                  V.            Pemerintah menjalankanya secara luas, kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pusat.
                VI.            Pemerintahan daerah berhak atas peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk otonomi dan tugas pembantuan.
              VII.            Susunan dan tata caranya diatur dalam undang-undang.
Tiga asas pemerintah daerah yaitu, sebagai berikut.
ð  Asas Desentralis
Desentralis merupakan penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada otonom dan kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Wewenang yang diberikan kepada daerah berhubungan dengan sifat khas daerah seperti agama, kebudayaan, dan lain-lain.dan pemerintah daerah lah yang menanggung biaya kebijakannya.
ð  Asas Dekonsentrasi
Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenangdari pemerintah kepada gubernur sebagai wakil pemerintah.kegiatan yang dipegang sendiri, seperti plitik luar negri, pertahanan dan keamanan, ideologi negara, kebijakan dalam negri, peradilan, perdagangan, dan lain-lain. Kegiatan itu dilakukan oleh instansi pusat didaerah, tingkat kemandirian asas dekonsentrasi lebih rendah di banding asas desentralisme.
ð  Asas Pembantuan

Tugas pembntuan adalah penugasan dari pemerintah kepada daerah dan desa yang disertai pembiayaan, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia dengan kewajiban melaksanakan dan mempertanggung jawabkanya kepada yang menugaskan. Perumusan kebijakan, perencanaan dan biaya dilakukan oleh pemerintah pusat; namun yang melaksanakan adalah daerah, karena sifat nya membantu, pemerintah daerah harus melapor dan bertanggung jawab kepada pemerintah pusat

Pengertian Negara

NEGARA
Menurut Horld J. Ladzky
Negara adalah suatu masyarakat yang di padukan karna mempunyai wewenang yang bersifat memaksa dan yang biasa fisik lebih agung dari pada individu atau kelompok dalam masyarakat.
Menurut soenarko
Negara adalah suatu organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai kedaulatan.
Unsur-unsur Negara
Pada prinsinya negara merupakan suatu kenyataan yang bersifat politis dan yudiris yang terdiri atas masyarakat yang mendiami wilayah tertentu dan tunduk kepada suatu penguasa tertinggi. Komponen-komponen dasar negara antara lain:
1.       Penduduk yang Menetap
Penduduk yang menetap adalah orang-orang yang menetap di suatu daerah tertentu, dalam jangka waktu tertentu yang di terapkan oleh undang-undang. Ada penduduk asli dan juga ada warga negara asing.
2.       Wilayah tertentu
Wilayah adalah bagian tertentu dari permukaan bumi dimana penduduk suatu negara bertempat tinggal secara tetap.  Wilayah meliputi daratan, lautan, dan udara. Ada pula negara yang hanya memiliki wilayah daratan dan udara saja.
3.       Perintahan yang Berdaulat
Pemerintahan adalah lembaga atau orang yang membuat dan melaksanakan aturan-aturan yang berlaku bagi masyarakat tertentu. Pemerintahan suatu negara harus berdaulat baik keluar maupun kedalam. Berdaulat keluar artinya mempunyai kedudukan yang sederajat dengan negara-negara lain, sedangkan berdaulat kedalam artinya berwibawa, wewenang dan menegakan hukum atas warga dan wilayah negaranya
4.       Pengakuan dari Negara Lain
Suatu negara akan mendapat pengakuan dari negara lain bila negara tersebut mampu berhubungan dengan negara-negara lain. Pengakuan itu disebut deklarativ.
Tujuan Negara
Tujuan setiap negara didunia ini hampir sama, yaitu mensejahterakan rakyatnya. Menurut CHARLES E MERRIAM, tujuan negara yaitu sebagai berikut
a.       Menciptakan ekstrn, artinya bertugas melindungi warga negaranya
b.       Memelihara ketertiban entern, artinya dapat bertanggung jawab dalam pelaksaan peraturan-peraturan bagi fungsionalisme negara
c.       Keadilan, terwujud dalam sistem dimana terdapat saling pengertian kepada setiap orang.
d.      Kesejahteraan, meliputi keamanan, ketertiban, dan kebebasan.
Tugas Negara
Ø  Sebagai stabilitasi
Ø  Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat
Ø  Menjaga dan mempertahankan negara dari serangan pihak luar
Ø  Menegakan keadilan yang dilaksanakan melalui badan-badan peradilan
Ø  Untuk mewujudkan tujuan negara berdasarkan UU
Ø  Meningkatkan pertahanan dan keamanan
Ø  Menjaga ketertiban
Ø  Mengupayakan kesejahteraan
Ø  Menegakan keadilan

Antara Negara berkembang dan Negara maju

NEGARA BERKEMBANG DAN NEGARA MAJU
1.    Pengertian Negara Berkembang dan Negara Maju
ð  Negara berkembang adalah jika negara tersebut belum dapat mencapai tujuan pembangunan yang telah di tetapkan atau belum dapat menyeimbangkan pencapaian pembangunan yang telah dilakukan
ð  Negara maju adalah jika negara tersebut telah mampu menyeimbangkan pencapaian pembangunan. Sehingga tujuannya telah terwujudkan baik yang bersifat fisik maupun nonfisik.
2.    Ciri-ciri Negara Berkembang
Ü  Memiliki berbagai masalah kependudukan
Ü  Produktivitas masyarakat masih didominasi barang-barang primer
Ü  Sumber daya alam belum dapat dimanfaatkan secara optimal
Ü  Ketergantungan terhadap negara maju
Ü  Keterbatasan fasilitas umum
Ü  Tingkat kesadaran hukum dan penghormatan terhadap HAM relatif rendah
Ü  Tingkat pendidikan masih rendah
Ü  Tingkat pendidikan masih rendah
Ü  Tingkat kesehatan
3.    Ciri-ciri Negara Maju
Ü  Sumber daya alam dimanfaatkan secara optimal
Ü  Dapat mengatasi masalah kependudukan
Ü  Produktivitas masyarakat didominasi barang-barang hasil produksi dan jasa
Ü  Tingkat dan kualitas hidup masyarakcat masih tinggi
Ü  Exspor yang dilakukan adalah exspor hasil industri dan jasa
Ü  Fasilitas umum sudah banyak
Ü  Kesadaran akan hukum dan HAM
Ü  Tingkat pendidikan tinggi
Ü  Tingkat pendapatan tinggi
Ü  Tingkat kesehatan sudah baik.
4.    Contoh negara maju
s  Swiss
s  Australia
s  Austria
s  Belgia
s  Kanada
s  Denmark
s  Sanyol
s  Prancis
s  Jerman
s  Yusnani
s  Islandia
s  Irlandia
5.    Contoh negara berkembang
s  Indonesia
s  Malaysia
s  Brazil
s  Mesir

tentang sumber daya alam Indonesia

Keragaman Sumber Daya Alam Di Indonsia
Sumber daya alam SDA adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat di gunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Sumber daya alam juga dapat di artikan sebagai segala sesuatu yang terdapat di alam, baik di daratan maupun lautan. SDA dapat di jelaskan sebagai berikut.
a.    Berdasarkan kemungkinan pemulihan
Dibagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut.
1)      Sumber Daya Alam yang Dapat Dierbarui
Sumber daya alam yang dapat diperbarui  RENEWABLE RESOURCES adalah SDA yang dapat tersedia kembali dalam waktu yang cepat. Contoh: hewan dan tumbuhan.
2)      Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui UNRENWABLE RESOURCES merupakan sumber daya alam yang pembentukannya membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan bisa ratusan tahun loh, atau SDA semacam ini dapat habis pada suatu saat nanti. Contoh: batubara, minyak bumi, gas alam, emas dan lain-lain.
b.    Berdasarkan Materi
Dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut.
1)      Sumber Daya Alam Organik
Organik atau hayati, bahannya berupa jasad hidup. Kegiatan yang berhubungan dengan SDA organik adalah kehutanan, pertanian, peternakan, dan perikanan. Contoh: tumbuh-tumbuhan dan hewan.
2)      Sumber Daya Alam Anorganik
Anorganik atau nonhayati yaitu sumber daya alam yang bermateri benda mati seperti benda padat, gas dan air. Kegiatan yang berhubungan misalnya pertambangan mineral. Contoh: tanah, batuan, udara, air, dan lain-lain.
c.    Berdasarkan Habitat
Dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.
1)      Sumber Daya Alam Terestris
Sumber daya alam terstris atau daratan adalah sumber daya yang berhubungan dengan tanah, lahan untuk aktivitas penduduk. Sebagai industri (keramik, genteng dan lain-lain. Dan semua yang berasal dari darat.
2)      Sumber Daya Alam Akuatik

Sumber daya alam akuatik atau perairan, SDA ini berhubungan dengan laut, sungai, danau, air tanah, air hujan dan lain-lain.
kreatif, produktif, inovatif

kreatif, produktif, inovatif

 Kreatif, Produktif,dan Inovatif
1.       Pengertian Kreatif, Produktif Dan Inovatif
Sifat tersebut  memiliki perilaku ahlak terpuji atau ahlak karimah, berikut pengertian ketiga perilaku atau sifat tersebut
a.       -Kreatif artinya sifat seseorang yang mempunyai banyak akal atau mempunyai daya cipta
b.       -Produktif artinya sifat seseorang yang banyak menghasilkan sesuatu
c.       -Inovatif artinya sifat seseorang yang mempunyai ide pembaharu

2.       Pentingnya Ketiga Sifat Tersebut
Mengapa kita harus memiliki ketiga sifat tersebut, karena di zaman yang kompetitif seperti sekarang ini, penghuni bumi semakin banyak sedangkan bumi tidak bertambah luas.lahan untuk bahan makanan dan mencari rezeki pun berkurang.
 Nah, untuk kondisi seperti ini sikap yang di butuhkan adalah ketiga sifat tersebut. Kreativitas dan produktifitas di perlukan agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat tetapi untuk mewujudkan sifat tersebut di butuhkan usaha, kerja keras dan motivasi yang kuat, untuk memaksimalkan kedua sikap itu dan di dukung dengan sikap inovatif. Dengan munculnya sikap tersebut kita tidak akan tergantung lagi pada produk luar negeri. Karena inovatif ini lebih ke penemuan sesuatu yang baru.

3.       Nilai-Nilai Positif (Keuntungan)
Nilai-nilai positif yang dapat di ambil dari ketiga sifat tersebut adalah
a.       Selalu berfikir maju untuk mengikuti perkembangan zaman sehingga hasil kreativitasnya disukai orang lain.
b.       Mendapatkan hasil dari kreativitasnya
c.       Terpenuhi keperluan hidup secara materi.
d.       Memperoleh kepuasan batin karena hasil karyanya banyak di manfaatkan oleh orang.
e.       Memperbanyak relasi dan persaudaraan sehingga menambah banyak rezeki.

4.       Membiasakan Diri Bersikap Kreatif, Produktif Dan  Inovatif
Banyak contoh orang sukses yang diawali dari ketiga sifat tersebut yang ada pada diri mereka.
Adapun sikap –sikap positif yang dapat terbentuk, yaitu
a.       Berinisiatif menciptakan lapangan kerja baru, sesuai bidangnya
b.       Berupaya mengembangkan kemampuan dan bakatnya sesuai modal yang dimiliki.
c.       Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
d.       Berjiwa besar apabila ada kritik dan saran.
e.       Selalu berfikir kedepan dan bertekad untuk selalu memerbaiki diri.

f.        Mengadakan evaluasi atas hasil karyanya.
mata pelajaran MTs

mata pelajaran MTs

   Pendidikan Agama Islam di MTs dan mata pelajaran lain..
1)   Al Qur’an Hadits
Dalam pelajaran qur’an hadis pada Madrasah Tsanawiyah memiliki tiga karakteristik yaitu:
a.    Membaca (menulis) yang merupakan unsur penerapan ilmu tajwid
b.    Menterjemahkan makna (tafsiran) yang merupakan pemahaman, interpretasi ayat dan Hadits dalam memperkaya khazanah intelektual
c.    Menerapkan isi kandungan ayat/hadits yang merupakan unsur pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Secara fungsional pelajaran Al-Qur’an Hadis memiliki fungsi sebagai berikut:
a.    Pengajaran, yaitu penyampaian ilmu pengetahuan yang merupakan informasi dan pesan-pesan Al-Qur’an Hadis tentang berbagai disiplin ilmu pengetahuan.
b.    Sumber nilai,pengajaran Qur’an Hadis dapat melandasi nilai sikap, nilai keyakinan dan akhlak untuk terbentuknya insan yang utuh dalam rangka mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak.
c.    Sumber motivasi, memberikan dorongan dan semangat yang kuat dalam beramal dan lebih meyakini akan makna perbuatan yang dilakukannya
d.   pengembangan, yaitu pengembangan daya pikir dan nalar peserta didik melalui proses pendidikannya (membaca, menghafal dan menterjemahkan Al-Qur’an dan Hadits, sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut daya nalar dan kemampuan sesuai dengan  tingkat perkembangannya.
e.    Perbaikan, yaitu dapat memberikan kesadaran dan kecerdasan dalam memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam  keyakinan, pemahaman dan pengamalan  ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
f.     Pencegahan, yaitu dapat memberikan kekuatan dan kemantapan diri dalam mencegah segala hal yang datang dari berbagai sisi kehidupannya  yang dapat membahayakan dan menghambat peserta didik dalam perkembangannya menuju keimanan dan ketaqwaan
g.    Pembiasaan, yaitu pemahaman ilmu pengetahuan, penanaman dan pengembangan nilai-nilai Al-Qur’an dalam konteks lingkungan fisik dan sosial.

2)   Aqidah Akhlak
Mata pelajaran Aqidah Akhlaq bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan kita yang diwujudkan dalam akhlak yang terpuji, melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan serta pengamalan peserta didik tentang Aqidah dan Akhlaq Islam, sehingga menjadi manusia muslim yan terus berkembang dan meningkat kualitas keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT, serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Kurikulum Pendidikan Aqidah Akhlaq di MTs. meliputi:
-  Aspek aqidah terdiri atas keimanan kepada sifat Wajib, Mustahil dan Jaiz Allah, keimanan kepada kitab Allah, Rasul Allah, Malaikat Allah, sifat-sifat dan Mu’jizat-Nya dan Hari Akhir.
-  Aspek akhlaq terpuji yang terdiri atas khauf, taubat, tawadlu, ikhlas, bertauhid, inovatif, kreatif, percaya diri, tekad yang kuat, ta’aruf, ta’awun, tafahum, tasamuh, jujur, adil, amanah, menepati janji dan bermusyawarah.
-  Aspek akhlaq tercela meliputi kufur, syirik, munafik, namimah dan ghibah.

3)   Fiqih
Pembelajaran Fiqih di MTs. bertujuan untuk siswa/siswi agar dapat:
 (1) mengetahui dan memahami pokok-pokok hukum Islam secara terperinci dan menyeluruh, baik berupa dalil naqli dan aqli. Pengetahuan dan pemahaman tersebut diharapkan menjadi pedoman hidup dalam kehidupan dan sosial.
 (2) Melaksanakan dan mengamalkan ketentuan hukum Islam dengan benar. Pengalaman tersebut diharapkan menumbuhkan ketaatan menjalankan hukum Islam, disiplin dan tanggung jawab sosial yang tinggi dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Ruang lingkup Fiqih di MTs".  meliputi keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara:
Ø Hubungan manusia dengan Allah Swt.
Ø Hubungan manusia dengan sesama manusia, dan
Ø Hubungan manusia dengan alam (selain manusia) dan lingkungan.
Adapun ruang lingkup mata pelajaran Fiqih di  MTs. Cisarua Girang Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi terfokus pada aspek:
Ø Fiqih Ibadah
Ø Fiqih Muamalah
Ø Fiqih Jinayah
Ø Fiqih Siyasah
Ø Munakahah

4)   Sejarah Kebudayaan Islam
Mata Pelajaran SKI di MTs. bertujuan untuk :
a.        Memberian pengetahuan tentang sejarah Agama Islam dan kebudayaan Islam kepada para peserta didik, agar memiliki data yang objektif dan sistematis tentang sejarah.
b.       Mengapresiasi dan mengambil ibrah, nilai dan makna yang terdapat dalam sejarah.
c.        Menanamkan penghayatan dan kemauan yang kuat untuk mengamalkan nilai-nilai Islam berdasarkan cermatan atas fakta sejarah yang ada.
d.       Membekali peserta didik untuk membentuk kepribadiannya melalui imitasi terhadap tokoh-tokoh teladan sehingga terbentuk kepribadian yang (luhur)
Ruang lingkup Mata Pelajaran SKI di MTs. meliputi sejarah perkembangan ilmu agama, sains dan teknologi dalam Islam. Aktor sejarah yang diangkat tidak saja Nabi, sahabat dan raja, tetapi akan dilengkapi ulama, intelektual dan filosof pada masa Dinasti Umayah, Abbasiyah dan al­ Ayubiyah

5)   Bahasa Arab
Mata Pelajaran Bahasa Arab di MTs. bertujuan agar siswa/siswi memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.         Mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan dan tertulis untuk mencapai tingkat literasi functional 
2.         Memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Arab untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam masyarakat global
3.         Mengembangkan  pemahaman peserta didik tentang keterkaitan antara bahasa dengan budaya.
Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Arab di MTs. meliputi:
1.        kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yakni mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis secara terpadu untuk mencapai tingkat literasi functional;
2.        kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek dan monolog serta esei berbentuk procedure, descriptive, recount, narrative, dan report. Gradasi bahan ajar tampak dalam penggunaan kosa kata, tata bahasa, dan langkah-langkah retorika;
3.        kompetensi pendukung, yakni kompetensi linguistik (menggunakan tata bahasa dan kosa kata, tata bunyi, tata tulis), kompetensi sosiokultural (menggunakan ungkapan dan tindak bahasa secara berterima dalam berbagai konteks komunikasi), kompetensi strategi (mengatasi masalah yang timbul dalam proses komunikasi dengan berbagai cara agar komunikasi tetap berlangsung), dan kompetensi pembentuk wacana (menggunakan piranti pembentuk wacana)

b.      Pendidikan Kewarganegaraan.
Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada MTs”, bertujuan agar siswa/siswi memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.        Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan
2.        Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti-korupsi
3.        Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya
4.        Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
Adapun ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada MTs. meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1.        Persatuan dan Kesatuan bangsa, meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan, Cinta lingkungan, Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Partisipasi dalam pembelaan negara,  Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, Keterbukaan dan jaminan keadilan
2.        Norma, hukum dan peraturan, meliputi:  Tertib dalam kehidupan keluarga, Tata tertib di sekolah, Norma yang berlaku di masyarakat, Peraturan-peraturan daerah, Norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Sistim hukum  dan peradilan nasional, Hukum dan peradilan internasional
3.        Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak,  Hak dan kewajiban anggota masyarakat, Instrumen nasional dan internasional HAM, Pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM
4.        Kebutuhan  warga negara meliputi: Hidup gotong royong, Harga diri sebagai warga masyarakat, Kebebasan berorganisasi, Kemerdekaan mengeluarkan pendapat, Menghargai keputusan bersama, Prestasi diri, Persamaan kedudukan warga negara
5.        Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama,  Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di  Indonesia, Hubungan dasar negara dengan konstitusi
6.        Kekuasan dan Politik, meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan, Pemerintahan daerah dan otonomi, Pemerintah pusat,  Demokrasi dan sistem politik, Budaya politik, Budaya demokrasi menuju masyarakat madani, Sistem pemerintahan, Pers dalam masyarakat demokrasi
7.        Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi terbuka.
8.        Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya, Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi, Dampak globalisasi, Hubungan internasional dan organisasi internasional,  dan Mengevaluasi globalisasi.

c.       Bahasa Indonesia.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia di MTs. bertujuan agar siswa/siswi memiliki kemampuan sebagai berikut:
1.        Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis
2.        Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara
3.        Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan
4.        Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan  intelektual, serta kematangan emosional dan sosial
5.        Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa
6.        Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.
Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1.        Mendengarkan
2.        Berbicara
3.        Membaca
4.        Menulis.

d.      Bahasa Inggris
Mata Pelajaran Bahasa Inggris di MTs. bertujuan agar siswa/siswi memiliki kemampuan sebagai berikut:
1.        Mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan dan tulis untuk mencapai tingkat literasi functional 
2.        Memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam masyarakat global
3.        Mengembangkan  pemahaman siswatentang keterkaitan antara bahasa dengan budaya.
Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Inggris di MTs. meliputi:
1.        kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yakni mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis secara terpadu untuk mencapai tingkat literasi functional;
2.        kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek dan monolog serta esei berbentuk procedure, descriptive, recount, narrative, dan report. Gradasi bahan ajar tampak dalam penggunaan kosa kata, tata bahasa, dan langkah-langkah retorika;
3.        kompetensi pendukung, yakni kompetensi linguistik (menggunakan tata bahasa dan kosa kata, tata bunyi, tata tulis), kompetensi sosiokultural (menggunakan ungkapan dan tindak bahasa secara berterima dalam berbagai konteks komunikasi), kompetensi strategi (mengatasi masalah yang timbul dalam proses komunikasi dengan berbagai cara agar komunikasi tetap berlangsung), dan kompetensi pembentuk wacana (menggunakan piranti pembentuk wacana)

e.       Matematika
Mata pelajaran matematika di  MTs. bertujuan agar siswa/siswi memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.        Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah
2.        Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan  matematika
3.        Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
4.        Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
5.        Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.
Mata pelajaran Matematika di  MTs. meliputi aspek-aspek sebagai berikut:
1.        Bilangan
2.        Aljabar
3.        Geometri dan Pengukuran
4.        Statistika dan Peluang

f.       IPA
Mata pelajaran IPA di MTs. bertujuan agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut:
1.        Meningkatkan keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaanNya
2.        Mengembangkan pemahaman tentang berbagai macam gejala alam, konsep dan prinsip IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
3.        Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan kesadaran terhadap adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat
4.        Melakukan inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bersikap dan bertindak  ilmiah serta berkomunikasi
5.        Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan serta sumber daya alam
6.        Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan
7.        Meningkatkan pengetahuan, konsep, dan keterampilan IPA sebagai dasar  untuk melanjutkan pendidikan  ke jenjang selanjutnya.
Bahan kajian/ruang lingkup IPA untuk. MTs. merupakan kelanjutan bahan kajian IPA SD/MI meliputi aspek-aspek sebagai berikut:
1.        Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan
2.        Materi dan Sifatnya
3.        Energi dan Perubahannya
4.        Bumi dan Alam Semesta

g.      IPS
Mata pelajaran IPS di MTs. bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1.        Mengenal  konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan  masyarakat dan lingkungannya
2.        Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu,  inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial
3.        Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan
4.        Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.
Ruang lingkup mata pelajaran IPS di MTs meliputi aspek-aspek sebagai berikut:
1.        Manusia, Tempat, dan Lingkungan
2.        Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan
3.        Sistem Sosial dan Budaya
4.        Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan

h.      Seni Budaya
Mata pelajaran Seni Budaya di MTs. bertujuan agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut:
1.        Memahami konsep dan pentingnya seni budaya
2.        Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya
3.        Menampilkan kreativitas melalui seni budaya
4.        Menampilkan peran serta dalam seni budaya tingkat lokal,regional,maupun global.

i.        Ketrampilan
Mata pelajaran Keterampilan di MTs. bertujuan agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.        Mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan membuat berbagai produk kerajinan dan produk teknologi yang berguna bagi kehidupan manusia
2.        Memiliki rasa estetika, apresiasi terhadap produk kerajinan, produk teknologi, dan artefak dari berbagai wilayah Nusantara maupun dunia
3.        Mampu mengidentifikasi potensi daerah setempat yang dapat dikembangkan melalui kegiatan kerajinan dan pemanfaatan teknologi sederhana.
4.        Memiliki sikap profesional dan kewirausahaan
Mata pelajaran Keterampilan pada  MTs. meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1.        Keterampilan kerajinan
2.        Pemanfaatan teknologi sederhana yang meliputi teknologi rekayasa, teknologi budidaya dan teknologi pengolahan
3.        Kewirausahaan.
Struktur pengetahuan dalam mata pelajaran Keterampilan pada  MTs. terdiri dari jenis, bentuk, cara kerja dan fungsi kerajinan dan teknologi. Pembelajaran mata pelajaran ini berintegrasi dengan pengetahuan yang telah diperoleh peserta didik dalam matapelajaran lain.

j.        Penjaskes
Mata pelajaran Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di MTs. bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1.        Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih
2.        Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.
3.        Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
4.        Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
5.        Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis
6.        Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan
7.        Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif
Ruang lingkup mata pelajaran Pendiidikan Jasmani, Olahraga dan  Kesehatan untuk jenjang MTs. adalah sebagai berikut:
1.        Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan. eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya
2.        Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya
3.        Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya
4.        Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas lainnya

k.      TIK
Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di MTs. bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1.        Memahami teknologi informasi dan komunikasi
2.        Mengembangkan keterampilan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
3.        Mengembangkan sikap kritis, kreatif, apresiatif dan mandiri dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
4.        Menghargai karya cipta di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Ruang lingkup mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1.        Perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi, dan menyajikan informasi
2.        Penggunaan alat bantu untuk memproses dan memindah data dari satu perangkat ke perangkat lainnya.

Itu saran dari saya jika ingin masuk MTs , itu saja terima kasih

Kategori

Kategori