A.
PENGERTIAN INTERNET
Internet merupakan kepanjangan dari Interconnected
Networking. Istilah INTERNET berasal dari bahasa Latin inter, yang berarti “antara”.
Internet adalah sebuah dunia maya jaringan komputer (interkoneksi) yang
terbentuk dari miliaran komputer di dunia. Internet merupakan hubungan antar
berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi
maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media
komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam
berkomunikasi. Internet memungkinkan kita untuk menghilangkan hambatan jarak
dan waktu dalam mendapatkan informasi. Internet merupakan sebuah jaringan
komunikasi dan informasi global.
Pemanfaatan Internet tentu harus di sesuaikan dengan
tingkat usia anak. Usia anak SD rata-rata berkisar antara 7-13 tahun. Dan
tingkatan itu semua memiliki cara penanganan yang berbeda. Berikut tahap
pengenalan Internet pada anak sesuai tingkat usianya.
B.
Dampak
Positif dan Negatif dari Internet
Meluasnya akses terhadap fasilitas komunikasi massa
dan alat informasi termasuk internet dalam beberapa tahun terakhir ini telah
menciptakan transformasi yang besar dalam interaksi sesama manusia. Dunia
internet semakin berarti bagi anak-anak. Internet memungkinkan anak mengambil
dan mengolah ilmu pengetahuan ataupun informasi dari situs-situs yang
dikunjunginya tanpa adanya batasan jarak dan waktu. Di samping itu masih ada
manfaat lain yang didapat dari internet, diantaranya:
1.
Surat
menyurat (e-mail), fasilitas ini sudah sering kali kita dengar karena dengan
fasilitas ini tidak hanya untuk saling mengirim pesan yang pnjang tapi juga
dapat digunakan untuk mengirim tugas dalam proses belajar,
2.
Berbincang
(chatting), fasilitas ini memungkinkan seseorang untuk saling berkomunikasi
satu sama lainnya, dan bisa menambah teman dari berbagai belahan dunia,
3.
Mengambil/mengirim
informasi (download/upload), berbagai informasi mengenai apapun dapt diperoleh
melalui internet, selain itu kita pun dapat turut andil dengan mengirimkan
(upload) informasi-informasi penting yang kita ketahui,
4.
Menggunakan
teknologi “teleconference” (konferensi interaktif secara on line dari jarak
jauh), karena dapat menghemat waktu, tenaga pengajar, kapasitas ruang belajar
serta tidak mengenal letak geografis,
5.
Mendapatkan
hiburan, tidak hanya bagi orang dewasa, namun siswa sekolah dasarpun telah
mengenal dan memanfaatkannya meski seringkali hanya untuk mendapatkan
kesenangan,
6.
Internet
juga dapat dimanfaatkan untuk memupuk semangat belajar secara mandiri pada
anak, misalnya dengan memanfaatkan software yang menarik untuk menggugah minat
anak belajar. Isi atau materi pelajaran yang menarik diharapkan dapat
menciptakan suasana belajar yang penuh dengan kegembiraan. Sekaligus
menghindarkan anak dari rasa tertekan saat belajar karena menganggap pelajaran
sulit dan menakutkan, dan sebagainya.
Sudah saatnya, pemanfaatan internet dalam proses
pembelajaran dilaksanakan dan didukung segenap pemangku kepentingan pendidikan.
Pemerintah juga harus memberikan perhatian lebih agar para pengajar sadar
betapa banyaknya kemudahan pembelajaran yang bisa diperoleh lewat pemanfaatan
internet. Orangtua juga harus paham, internet bukan hanya membawa dampak
negatif bagi anak. Di sisi seberang sana, potensi besar internet menunggu untuk
dikenalkan dan dimanfaatkan. Agar proses pembelajaran, tidak hanya yang
bersifat formal, bagi anak dapat lebih kreatif.
Tidak diragukan lagi, transformasi informasi ini
memiliki banyak manfaat positif, namun sayangnya internet juga membawa berbagai
dampak negatif:
·
Pornografi,
anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi memang tidak
salah. Dengan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajarela.
Untuk mengatasi hal ini, para produsen “browser” melengkapi program mereka
dengan kemampuan untuk memilih jenis home page yang dapat diakses.
·
Violence and
Gore atau kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi
bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs
menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya
dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
·
Penipuan,
hal ini memang merajarela di bidang apapun, internet pun tak luput dari
serangan penipu. Cara terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini.
·
Carding merupakan
aktivitas pembelian barang di Internet menggunakan kartu kredit bajakan. Cara
belanja menggunakan kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam
dunia Internet karena bersifat real-time (langsung). Para pelakunya
paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini.
·
Perjudian,
dengan jaringan yang tersedia para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus
untuk memenuhi kebutuhannya.
Selain itu pun, ada beberapa dampak negatif lainnya
yang dilihat secara konseptual yakni:
1. Information Anxiety
Terlalu
banyak informasi sehingga tidak bisa memilih mana informasi yang benar / salah,
penting / tidak, karena semakin banyaknya informasi yang ada sekarang, tidak
semua informasi yang diberikan benar adanya. khususnya yang menggunakan media
internet.
2. Dehumanization
Hilangnya / turunnya penghargaan atas nilai individu,
yang digantikan dengan angka identitas.
3. Health Issues
Stress yang ditimbulkan oleh penggunaan peralatan dan
aplikasi berbasis TIK, ketergantungan akan teknologi informasi dan komunikasi,
pengaruh radiasi gelombang elektromagnetis, pengaruh radiasi layar monitor,
masalah persendian akibat kelelahan akibat kesalahan penggunaan keyboard dan
mouse, masalah ergonomis, dsb.
4. Lost Of Privacy
Identitas digital membuat keberadaan kita selalu
terdeteksi. Selain itu pemantauan kamera CCTV (Closed-circuit Television)
secara terus menerus yang berada / terpasang di beberapa tempat tertentu akan
mengganggu privasi dalam kesaharian kita.
5. Cookies
Makin banyak informasi yang ditampilkan diinternet
yang tanpa kita sadari membuka peluang penyalahgunaan oleh pihak – pihak tidak
berwenang , contoh : account yang kita miliki di situs jejaring social seperti
facebook, friendster, twitter, dll .
6. Digital Gap
Makin nyata adanya kesenjangan antara kelompok yang
menguasai TIK dengan kelompok yang tidak menguasai TIK, baik dalam keseharian
maupun di dalam pekerjaan.
7. Possible Massive Unemployment
Implementasi TIK secara besar – besaran, waktu – waktu
dapat membawa dampak peningkatan jumlah pengurangan tenaga kerja, baik
melalui PHK ataupun menyempitnya peluang tenaga kerja bagi karyawan yang
tidak menguasai TIK.
8. Impact Of Globalization On Culture
Makin menghilangnya / menipisnya nilai – nilai budaya
lokal akibat pengaruh globalisasi. Karena semakin cepat dan mudahnya penyebaran
informasi dari dunia luar melalui internet.
EmoticonEmoticon